Istiqomah itu Bertumbuh

Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Tak Berkategori | Tag: , , , | 1 Komentar
 
 

Jangan Jadi Murobbi!

Dulu, dulu sekali, saat perkenalan pertama dengan dua makhluk berpenampilan seperti ninja, tidak pernah terbayangkan bahwa kehidupan akan jadi sebegini nikmat, bukan secara duniawi, karena perkenalanku dengan mereka tidak lantas membuat dompet menjadi penuh berisi, bahkan terasa semakin sering kehabisan uang, hehe.  Tapi, jauh dari semua hal materi, ada kenikmatan iman yang Allah karuniakan lewat dua makhluk yang kini ku panggil Murobbi.

Melakukan napak tilas perjalanan tarbiyahku ini mungkin bisa kali dijadikan sinetron yang jauh lebih tenar kalau dibandingin sama cerita Ganteng Ganteng Serigala, 7 Manusia Harimau, atau cerita KPK Vs Polri, hahaha. Ah sungguh Allah Baik, Mengkaruniakan pertemuan dengan dua bidadari yang berbeda karakter tapi punya azzam yang sama kuat untuk dakwah. Dengan ijin Allah, mereka berhasil meredam si anak pemberontak ini, (meski sekarang masih sering memberontak pada hal-hal tertentu)menjadi seorang muslimah yang tahu seperti apa harusnya bersikap. Membuat si tomboi ini belajar mengenakan rok panjang, jilbab menuntup dada, sholat tanpa alpa, sunnah yang menjadi terbiasa.
Mudah? tidak pernah ada hal mudah dalam proses bernama tarbiyah, semua menjadi ringan hanya atas karunia dari Sang Pemilik Jiwa. Takwin, pembentukan, pada insan yang memiliki akal tidaklah seperti membentuk pada clay. Yang ingin dibentuk ini makhluk yang punya rasa dan keinginannya sendiri. Jatuh bangun aku mempertahankan diri agar tetap bisa bersama dalam lingkaran ini.Aku bersyukur kepada Allah, karena mereka berdua tidak pernah bosan, tidak menyerah kalah, tidak berhenti atas setiap sikap buruk yang aku berikan sebagai balasan kasih sayang mereka. Mereka tetap datang, tetap menyapa, bahkan tak jarang memberikan hadiah, berkunjung kerumah, berbincang dengan bundaku. Mereka tidak hanya menyentuhku, tapi juga bunda, hingga nama mereka begitu lekat diingatan beliau. Aku begotu bingung, mengapa mereka yang bahkan tidak punya ikatan darah, begitu concern pada seorang anak nakal macam aku. Tapi sungguh mereka melakukannya bukan untukku, tapi untuk Rabb-Nya, atas nama cinta.
Begitulah menjadi murobbi, Saat kita merasa sudah memberikan semuanya, tapi ternyata belum semuanya, saat kita merasa sudah melakukan yang terbaik, tapi ternyata bahkan tidak menunjukkan hasil barang sekecil biji semangka. Tapi sekali lagi aku bilang, Allah tidak pernah mengecewakan setiap tetes keringat dalam proses penjemputan hidayah, tidak juga pada setiap tetes airmata tulus para Murobbi untuk binaannya.Sungguh tugas kita adalah menyampaikan, maka setelahnya Allah yang akan menentukan.

Belajar dari apa yang dilakukan oleh kedua Murobbi pertamaku dulu, aku mentekadkan diriku untuk Jangan Jadi Murobbi.

Jangan jadi Murobbi, yang hanya hadir sepekan sekali kemudian menghilang tanpa kontak di sisa hari berikutnya.
Jangan jadi Murobbi, yang hanya pandai memberi tugas namun gagal memberi tauladan atas apa yang ditugaskan.
Jangan jadi Murobbi, yang tidak menghadirkan diri sepenuh hati, sepenuh kasih, sepenuh sayang pada setiap binaan.
Jangan jadi Murobbi, bila kita masih begitu egois, atas binaan yang sudah bersama kita sekian tahun, kemudian untuk proses pembelajaran dan pendewasaan harus bersama dengan Murobbi yang lain.
Jangan jadi Murobbi, bila saat binaan berguguran kita kemudian memilih pensiun dini dan enggan melanjutkan.
Jangan jadi Murobbi, sungguh jangan.
Karena ia akan menguras semua energi, menghabiskan harta, membuat kering airmata.
Sungguh Jangan Jadi Murobbi,bila kita tidak menginginkan perjumpaan dengan Rasul dan Allah ta’ala.

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Found this post for you on Tumblr

http://siyoti-blog.tumblr.com/post/135572807635/ber-sepi-lalu-menepi-ke-tepi

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Hujan dan Rindu

butir-butir mungil itu menari

tarian paling indah sepanjang tahun

semakin sering pentas dibulan ke duabelas

bukan tanpa sebab, hey, ini bulan mereka

bulan pertunjukan

dibalik kaca yang basah, oleh pias tarian hujan

ada sosok lain yang berdansa dengan irama lebih pelan

bergerak dengan langkah satu-satu,

mencoba mengimbangi gerak lincah hujan yang buncah

entah, takdir apa yang membuat mereka menari bersama dengan irama yang berbeda

Hujan dan rindu,

siapa yang membersamai siapa dalam tarian paling istimewa

apakah hujan yang merindu? atau, Rindu yang meng-hujan?

-snba-

hujan dan rindu , di desember

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Masih tentang Rindu

Bukankah rindu adalah rasa yang menyenangkan

jauh lebih berirama dibandingkan rasa cinta

ia seperti kejutan ulang tahun yang tidak pernah sama

atau seperti toping es krim beraneka macam rupa

 

rindu selalu datang bersama atau setelah cinta

namun tetap tinggal meski cinta sudah tiada

rindu tidak pernah pergi, datang dengan mengendap-endap

bersama tetesan hujan, terangnya bulan, birunya awan

lebih sering bersama sepi, sendiri

dan hembusan angin yang menyentuh lembut pipi

SNBA
September 2015

 

 

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Bad dream

Kenapa tiba2 mimpi si abang itu, dengan jaket birunya. Hedehhhh

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Ma’af sis, jangan marah ya

Ma’af sis, jangan marah ya

Ma’af sis, jangan marah ya, ijinkan saudari mu ini menyampaikan kebingungannya.

Ma’af sis, jangan marah ya, saat pagi hari engkau berkaca, mamatut diri dengan pakaian yang belum menutup auratmu, apa yang engkau rasakan?

Ma’af sis, jangan marah ya, ketika engkau kemudian meninggalkan rumah dengan pakaian itu, apa ada tenang dihatimu? Bukankah sesuatu yang benar akan meninggalkan ketenangan dan perasaan aman, maka jika ada gelisah, ada resah, bukankah mungkin ada sesuatu yang salah?

Ma’af sis, jangan marah ya, pada saat engkau berkendara dengan kendaraan roda dua,atau menumpang angkutan umum mengenakan pakaian yang menunjukkan auratmu yang seharusnya tidak terbuka, mengapa engkau tampak kerepotan dan bahkan sengaja membeli kain untuk menutupinya?

Ma’af sis, jangan marah ya, tidakkah merasa kasihan pada para pria yang tak sengaja berpapasan denganmu kemudian terkotori fikirannya?

Maa’af sis, jangan marah ya, jika kemudian para pria itu menggodamu karena pakaian yang engkau kenakan, apakah itu murni salah mereka?

Ma’af sis, jangan marah ya, kalimat ini bukan menyalahkan mu, ataupun membela para pria bermata liar dan berperilaku tak patut itu, bukankah tidak ada kucing yang menolak ikan ketika ia tidak disimpan dengan baik? Bahkan beberapa kucing terkadang lancang mengambil ikan yang sudah ditutupi dengan rapat.

Ma’af sis, jangan marah ya, saya sedih ketika banyak dari kita, ketika diingatkan kemudian berlindung di balik jawaban “suka-suka gue” , “ini urusan saya sama Tuhan saya, bukan urusan kamu”, “hak asasi dong, mau pakai baju apa kek, gak pakai baju kek, anda siapa?”, atau kalimat yang menyesatkan seperti “ mending gak hijaban, dari pada udah berhijab tapi akhlak gak beda jauh sama yang pakai rok mini dan baju tanpa lengan”, astagfirullahaladzim.

Ma’af sis, jangan marah ya, jika ada saudari se-iman , se-aqidah, menasehatimu tentang apa saja yang tidak bertentangan dengan syari’at, maka sungguh, dia sedang memberikan hakmu, hak sebagai sesama muslim. Hak nasehat menasehati dalam kebenaran dan kesabaran.

Ma’af sis, jangan marah ya, apabila hak asasi adalah landasanmu untuk menolak nasehat keimanan dari saudarimu, maka, sungguh adalah hak asasi mereka pula untuk menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Mereka sedang menta’ati Pencipta nya.

Ma’af sis, jangan marah ya, ah, sungguh dunia ini memang berat godaannya, tuntutan hidup, peraturan pekerjaan, ketakutan akan kehilangan ketenaran, perhatian, seringkali membuat keputusan untuk ta’at pada Tuhan menjadi tertunda, bahkan terlupakan. Setiap kita punya alasan beragam, tapi, bukankah Tuhan harus diutamakan?

Ma’af sis, jangan marah ya, kita semua pasti mengimani, tidak ada satupun perintah dari Dia yang akan menyusahkan dan memberikan kerugian pada kita, lantas mengapa merasa begitu berat untuk ta’at?

Ma’af sis, jangan marah ya, ijinkan saudarimu ini kembali menyampaikan kalimat cinta dari Sang Maha Cinta, tentang kewajiban menutup aurat kita.

“Wahai nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan isitri-istri orang mukmin, “hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”, Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun , Maha Penyayang” (Qs. Al Ahzab (51) : 56)

Ma’af sis, jangan marah ya, hidayah adalah proses, tidak datang begitu saja, tidak diberikan tanpa usaha, jika berhijab harus melewati fase menghijabi hati dulu, maka sungguh saat ini saudarimu ini mungkin juga tidak akan mengenakan hijab seperti sekarang. Tapi Allah Maha Baik, dia tidak meletakkan syarat “menghijabkan hati” dulu sebelum berhijab.

Ma’af sis, jangan marah ya, jika “belum siap” menjadi alasan berikutnya untuk menunda, bolehkah saudarimu in bertanya, “seperti apa siap itu, apa ukurannya, kapan batas waktunya, yakinkah kita akan punya waktu sepanjang itu?”

Ma’af sis, jangan marah ya, Saya percaya setiap muslimah di seluruh dunia meyakini dan mengimani bahwa berhijab wajib hukumnya. Saya juga sangat percaya, bahwa tidak ada satupun muslimah yang tidak punya niat untuk berhijab dalam hatinya. Saya juga sangat sangat percaya, semua muslimah tidak ingin direndahkan dan dilecehkan kehormatan serta harga dirinya. Maka, saya, saudarimu ini bermohon kepada Allah Sang Pengabul Do’a, agar meneguhkan kita dalam keimanan dan keta’atan, menguatkan azzam dan keyakinan, serta meringankan hati dan langkah dalam proses menjemput hidayah, dan agar Allah menjaga, agar hati kita tidak mati dan terkunci atas nasehat keimanan dari mereka yang mencintai kita karena Dia. People are different kan ya, some mungkin cukup dicolek saja untuk diingatkan, beberapa perlu diberikan kalimat setajam silet, selebihnya butuh digampar ampe memar. But, most of all, tentu ihsan adalah cara terbaik untuk menasehati seperti yang di contohkan oleh Nabi.

Ma’af sis, jangan marah ya, saya nulisnya kepanjangan, hehehe.

Yang terakhir, riya itu seperti semut hitam di atas batu hitam digelapnya malam, dan semoga Allah SWT menghindarkan kita semua dari padanya, dan menjaga saya dari keangkuhan dan kesombongan atas apa yang saya tuliskan.

Selamat bernafas gratis muslimah, yuk berhijab ^^

SNBA

13032015

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Surprise!!!!

Assalamu’alaikum champs!

ngobrolin soal surprise, im not that type of surprise lover, tidak begitu suka kejutan, mungkin karena gak pernah ada yang ngasih, hehehe. Misalnya kalau lagi milad, gak pernah ada yang ngasih kejutan yang bener-bener bikin kejengkang, nangis bombay saking terharunya, atau jantungan (yg ini amit-amit deh ya). Bisa jadi karena indera ku terlalu tajam, jadi gampang banget ngebaca apa yang bakal dilakuin orang-orang mendekati atau pasca hari ulang tahun ku. Selain itu, sebagian teman memilih menanyakan aku mau dikasih hadiah apa saat milad, hehehe, i prefer this one sih, lumayan bisa minta apa yang gak sanggup kebeli pake duit sendiri….ajibbb.

but, hakikatnya, setiap hari adalah kejutan bukan?, kita aja yang gak sensitif, atau punya pandangan kalau kejutan itu kudu mewah, besar, meriah, bising dan sebagainya dan sebagainya. Nah, sini sini dikasih penerangan ama wanita manis semanis madu , hehe.

Kejutan dari The best Surpriser Ever (emang ada ya kata surpriser, au ah), yang paling pertama adalah, setiap hari saat bangun tidur, surprise! anda masih boleh hidup hari ini, surprise berikutnya, well, masih boleh jadi muslim, alias keimanan masih ditancapkan didada, belom terkejut juga? wah bebal juga ya ente…wkwkwkw.

Itu baru seiprit loh kejutan dari Allah SWT, belum hal-hal lainnya yang ada tapi tak dirasa, macam kisah julaibib pada zaman Rasulullah, ada tapi tak diakui keberadaannya,namun saat benar-benar tiada, luar biasa kehilangan yang dirasakan , terutama oleh baginda Rasulullah.

Pernah kebayang gak, kalau suatu hari ,saat kita terbangun dari bobo cantik and bobo ganteng di pagi hari, tiba-tiba, dicabut kenikmatan kita melihat dunia. Hii, serem gak tuh. Ngebayanginnya aja udah mo nangis, apalagi kejadian beneran. Makanya ni mata jangan dipakai buat ngeliat cowok-cowok ganteng tapi srigala, atau cowok kece tapi harimau, yang haram-haram yang Allah sudah perintahkan untuk gak diliat. Jangan nakal deh jadi umat!

Nah, gimana biar surprise dari Allah mengalir terus tanpa henti. jawabannya ya, syukur.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni’mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni’mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”(QS. 14:7)

Allah SWT adalah dzat paling fair, kalau bersyukur ditambah, kalau kagak ya terima dah akibatnya.

So, champs. yuk belajar menghargai setiap kejutan yang Allah berikan, sungguh kalau dihitung, maka takkan terhitung, maka saranku jangan dihitung apalagi yang gak pandai ngitung kayak aku hehehe, disyukuri itu udah yang paling bener, dan salah satu bentuk kesyukuran itu adalah menggunakan setiap kejutan itu dijalan yang juga sudah Dia tunjukkan arahnya, lewat Al-Qur’an dan teladan dari Rasulullah SAW.

Selamat bernafas gratis, selamat berlomba menjadi generasi SYUKURER, generasi pandai bersyukur, and wait for many other surprises from HIM in your life.

SNBA

18022015surprise

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Selamat Bernafas Gratis

Kenapa harus mengucapkan selamat pada hal-hal yang kita lakukan setiap detik, bahkan sepersekian detik secara natural, pada hal-hal yang biasa saja. Bukankah kita cenderung memberikan ucapan selamat pada hal yang besar, yang hebat, yang huge, membanggakan, yang menimbulkan decak kagum warga masyarakat seluruh dunia, minimal tingkat RT ^^.

manusia, itu berarti aku termasuk didalamnya, meski aku lebih sering menganggap diriku bukan manusia, tapi bidadari, hahahah. Kita sedang bicara tentang sudut pandang kali ini. Pendapat kita tentang sesuatu akan sangat bergantung pada dari sisi mana, dari sudut mana kita memandangnya, juga mungkin dengan kacamata apa.

Bicara tentang hal besar, hebat dan luar biasa tadi, sebagian kita pasti akan bersepakat bahwa, jadi presiden, jadi public figure, jadi juara satu dikelas adalah sedikit dari banyak hal hebat yang perlu diberikan ucapan selamat.

Bagi ku, bisa bernafas dengan gratis adalah pencapaian yang tidak akan pernah sebanding dengan uang dan harta berlimpah. Tapi, kita, cenderung melihatnya sebagai hal biasa, kita melakukannya tanpa effort, tanpa berpeluh.

Tapi kawan, tahukah, tidak akan ada prestasi besar didunia ini yang bisa kita capai bila kita gagal bernafas?

Aku juga mengambil filosopi financial dalam kalimat ini, untung-rugi. Jikalau Allah SWT adalah Tuhan yang menghitung setiap tarikan nafas kita dengan bilangan angka ekonomi, maka kita adalah makhluk paling bangkrut sejagat raya.

Bukankah hal ini patut diberikan ucapan selamat?

Kalimat ini juga adalah refleksi syukur, menurutku. Ini cara pandang dalam hidup, setidaknya dalam hidupku. Bagaimana kita, harusnya lebih banyak menghargai hal-hal yang terkadang dianggap biasa oleh kita manusia, tetapi sesungguhnya ke-luar-biasa-an yang hanya bisa kita lihat dengan kacamata kesyukuran.

received_m_mid_1414156622326_192935cf558c782392_0

Selamat bernafas gratis

 

Categories: Tak Berkategori | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.